Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan Lakukan Kegiatan Afirmatif di 50 Kabupaten Daerah Rawan Pangan

4

Direktur PDRP (Sebelah Kiri) didampingi Dirjen PDTu memberi arahan kepada peserta kegiatan sosialisasi Penanganan Daerah Rawan Pangan Tahun 2016.

5

Suasana Sosialisasi Kegiatan Tahun 2016 Pengembangan Daerah Rawan Pangan

 

JAKARTA, Sebagai kebutuhan dasar dan hak asasi manusia, pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Ketersediaan pangan disuatu negara yang tidak mencukupi dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidak-stabilan ekonomi. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber pangan, mulai dari daratan hingga lautan. Harusnya dengan kekayaan alam begitu melimpah Indonesia tidak termasuk negara yang rawan terhadap pangan. Namun berdasarkan survey Dewan Ketahanan Pangan dan World Food Programme pada tahun 2015, terdapat 393 kabupaten yang rentan terhadap pangan 14 kabupaten prioritas 1, 44 kabupaten prioritas 2, 62 kabupaten prioritas 3, 80 kabupaten prioritas 4, 81 kabupaten prioritas 5, dan 119 kabupaten prioritas 6). Hal tersebut menuntut gerak cepat pemerintah untuk mengatasi kerawanan pangan. Oleh karena itu, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kerawanan pangan ini adalah dengan menugaskan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (Kemendesa, PDTT) untuk memperkuat desa sebagai basis pangan nasional. Oleh karena itu melalui amanat Presiden Jokowi kepada Kemendesa, PDTT. Melalui Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan (Dir. PDRP) Menteri Desa mengamanatkan agar Direktorat tersebut mampu menangani atau mengurangi permasalah kerawanan pangan di Indonesia. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Direktorat PDRP menyelenggarakan fungsi:

  • Penyiapan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penanganan daerah rawan pangan;
  • Penyiapan pelaksanaan koordinasi di bidang penanganan daerah rawan pangan;
  • Penyiapan pembinaan teknis, pemantauan dan evaluasi di bidang penanganan daerah rawan pangan ; dan
  • Pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Penanganan Daerah Rawan Pangan.

Setelah sukses menyelenggarakan program di tahun 2015 dengan mengintervensi 15 Kabupaten, maka di tahun 2016, Dir. PDRP berencana melakukan kegiatan afirmatif di 50 Kabupaten. Menurut Direktu Pengembangan Daerah Rawan Pangan Drs. Supriadi M.Si besarnya Kabupaten yang diamanatkan oleh Kementerian kepada Direktorat PDRP merupakan gambaran kepercayaan Kementerian kepada Dir. PDRP dalam menangani Kerawanan Pangan di Indonesia, Ini harus Kita kerjakan secara optimal dan penuh tanggungjawab agar amanat yang diberikan tidak mengecewakan kepada sang pemberi amanat, Ujar Supriadi dalam pernyataannya. Sebelumnya dalam rapat sosialisasi kegiatan tahun 2016 pengembangan daerah rawan pangan di Bogor, Direktur PDRP mengatakan untuk kegiatan di tahun 2016, Direktorat PDRP memiliki tiga menu kegiatan afirmatif yaitu Pembangunan Sumur Bor Bertenaga Surya, Pembangunan Embung dan Irigasi Pertanian dan Pengadaan Input Produksi berupa bibit tanaman pangan.

Dipublikasi di Kegiatan | Tinggalkan Komentar

DIRJEN PENGEMBANGAN DAERAH TERTENTU MEMBUKA DAN MEMBERI ARAHAN KEGIATAN SOSIALISASI PENANGANAN DAERAH RAWAN PANGAN TAHUN 2016

BOGOR, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertentu Dr. Suprayoga Hadi, M.SP resmi membuka acara kegiatan penanganan daerah rawan pangan yang diadakan oleh Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan di Bogor pada tanggal 26-28 maret 2016. Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Pembangunan Daerah Tertentu (PDTu), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Ditjen Pdtu dan Direktur Pengembangan Daerah Rawan Pangan (PDRP) Drs. Supriadi, M.Si. Dalam sambutannya Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertentu (Dirjen PDTu) memberikan arahan kepada peserta yang hadir sebanyak 17 Kabupaten agar serius dan betul-betul dalam melaksanakan kegiatan penanganan daerah rawan pangan. Menurut beliau pangan merupakan persoalan harga diri bangsa, dimana Indonesia merupakan negara yang sangat kaya di bidang pangan baik di daratan maupun di lautan, akan tetapi sampai saat ini Indonesia masih saja di kategorikan ke dalam negara yang rentan terhadap pangan. Lebih lanjut beliau mengatakan permasalahan pangan ini merupakan permasalahan yang kompleks dan sudah lama diupayakan agar keluar dari permasalahan rawan pangan, namun hasilnya masih belum optimal secara nyata. Maka untuk itu beliau mengajak seluruh Kementerian Lembaga dan masyarakat yang fokus menangani masalah kerawanan pangan untuk duduk bersama, bersinergi, menyamakan persepsi dan saling bekerjasama dalam mengentaskan kerawanan pangan di negeri yang subur ini. Sebelumnya, Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan mengundang 33 Kabupaten Daerah Rawan Pangan melalui BAPPEDA untuk menghadiri kegiatan sosialisasi penanganan daerah rawan pangan tahun 2016. Selain mengundang peserta dari Kabupaten rawan pangan, Direktorat PDRP juga mengundang Kementerian Lembaga terkait sebagai narasumber diantaranya dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Kementerian Energi Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), dan Kementerian PUPERA.

Dirjen PDTu Dr. Suprayoga Hadi Memberi Arahan Kepada Peserta Sosialisasi

Dirjen PDTu Dr. Suprayoga Hadi Memberi Arahan Kepada Peserta Sosialisasi

2

Foto Bersama Peserta Sosialisasi dengan KasubDit (Tengah Biru) dan Kasie (Tengah Putih) Wilayah V Papua

3

Foto Peserta Kegiatan Sosialisasi Penanganan Daerah Rawan Pangan 2016

Dipublikasi di Kegiatan | Tinggalkan Komentar