Program Pendampingan Kegiatan Pengentasan Kawasan Rawan Pangan Di Wilayah Sumatra, Jawa-Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi-Maluku, Papua

foto2

Program pengentasan rawan pangan akan mengalami proses percepatan jika diimbangi dengan sebuah upaya pendampingan terhadap masyarakat di kawasan rawan pangan. Pendampingan merupakan bentuk yang lebih operasional dalam proses pemberdayaan masyarakat. Hal ini dilakukan dengan menjalin komunikasi dengan intensitas tertentu kepada kelompok sasaran di kawasan rawan pangan tersebut. Sehingga, Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan, Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bekerjasama dengan Pusat Kajian Pembangunan Peternakan Nasional (PUSKAPENA) Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada dalam rangka mendukung kegiatan penanganan kawasan rawan pangan guna menuju tangguh. Program tersebut sesuai dengan rencana kerja yang telah disusun oleh Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan, maka perlu dilakukan Pelaksanaan Kegiatan Pendampingan kawasan Rawan Pangan. Program pendampingan ini bertujuan untuk mendampingi Masyarakat dalam membangun sebuah usaha untuk penanganan rawan pangan agar dapat berjalan sesuai dengan arah dan tujuan yang telah ditetapkan serta mendampingi masyarakat dalam membangun kemandirian dalam menangani persoalan kerawanan pangan pada dan mengatasi berbagai kesulitan yang dialami dalam upaya penanganan kawasan rawan pangan berbasis pemanfaatan sumberdaya lokal. Program pendampingan ini fokus di 15 Kabupaten yang tersebar di 5 wilayah Indonesia.

Kegiatan open recruitment calon pendamping diminati oleh 128 orang fresh Graduate yang tersebar berasal dari Universitas Gadjah Mada dan dari putra/putri daerah kawasan rawan pangan yang berasal dari universitas lokal di kawasan tersebut. Calon pendamping yang mendaftar mengalami seleksi tahap pertama yang tersaring melalui seleksi berkas menjadi 75 besar calon pendamping. Calon pendamping di seleksi berdasarkan pertimbangan daerah asal, pengalaman organisasi, institusi dan nilai Akademik. Pihak panitia seleksi mempertimbangkan putra/putri daerah sebagai dasar pertimbangan seleksi pendamping adalah, diharapkan putra/putri daerah sebagai faktor penunjang dalam teknis pendampingan, karena putra/putri daerah mempunyai bahasa dan budaya yang sama dengan masyarakat, sehingga mempermudah kegiatan pendampingan. Setelah seleksi tahap I dilakukan seleksi tahap II yaitu seleksi Kompetensi yang dilaksanakan dengan melihat kompetensi dari calon pendamping dari ide-ide yang ditulis dalam bentuk essay terkait pengembangan kawasan rawan pangan. Pada proses seleksi tahap II, sejumlah 75 orang calon pendamping yang lolos seleksi tahap I membuat essay tentang penanganan daerah rawan pangan untuk menuju kawasan tangguh pangan untuk nantinya sebagai bahan pertimbangan seleksi kompetensidan terpilih 30 besar yang nantinya akan ditempatkan ke 15 kabupaten. Masing-masing kabupaten akan didampingi oleh dua orang pendamping. 30 calon pendamping yang lolos menjadi pendamping di kawasan rawan pangan terdiri dari 5 laki-laki dan 16 perempuan dari Universitas Gadjah Mada serta 5 laki-laki dan 4 perempuan putra/putri daerah dari Universitas lokal di kawasan rawan pangan. Sebelum pelepasan, para pendamping mengikuti agenda pembekalan yang bertujuan untuk memberikan gambaran dan pendahuluan terkait teknis program pendampingan. Sebelum para pendamping dilepas ke beberapa titik kawasan rawan pangan, diadakan kegiatan pembekalan bagi para pendamping untuk menyamakan sudut pandang dan persepsi terkait luaran dan proes teknis di lapangan dalam pengentasan kawasan rawan pangan di masing-masing wilayah. Pembekalan dilaksanakan pada tanggal 28 September 2015.
Kegiatan Pembekalan dilaksanakan di Ruang Sidang Besar Gedung H-1 Lantai 3 Fakultas Peternakan UGM. Agenda Pembekalan diisi dengan materi softskill yang disampaikan oleh Dr. Siti Andarwati, S.Pt., M.P. Tidak hanya itu, materi selanjutnya mengenai PRA dan Problem Solving yang disampaikan oleh Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., MP., M.Sc., Ph.D. Materi pembekalan selanjutnya mengenai pembekalan kegiatan pendampingan dan daerah rawan pangan yang disampaikan oleh Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D. selaku Direktur PUSKAPENA dan Drs. Supriadi, M.Si selaku Direktur Pengembangan Daerah Rawan Pangan. Penyampaian materi selanjutnya dengan judul Revolusi Mental dan Janji Membenahi Negara yang disampaikan oleh Ibu Judith J.N Dipodiputro selaku Ketua POKJA Papua. Kemudian, Agenda dilanjutkan dengan serangkaian acara pelepasan tenaga pendamping tangguh pangan yang dimulai dengan laporan hasil seleksi tenaga pendamping oleh koordinator pendampingan kawasan tangguh pangan, Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D. Pengarahan selanjutnya diberikan oleh Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA selaku Dekan Fakultas Peternakan UGM kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dari Drs. Supriadi, M.Si selaku Direktur Pengembangan Daerah Rawan Pangan serta yang terakhir adalah pengarahan dari Bapak Dr. Paripurna, S.H., M.Hum., LL.M. selaku Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni Universitas Gadjah Mada. Agenda terakhir di tutup dengan upacara pelepasan Tenaga pendamping dengan pemakaian jaket dan kit diwakili oleh 2 orang pendamping yang berasal dari UGM dan 2 orang pendamping selaku Putra/putri daerah. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni Universitas Gadjah Mada, Kepala Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan, Dekan Fakultas Peternakan UGM, dan Direktur Pusat Kajian Pembangunan Peternakan Nasional (PUSKAPENA). Pasca Upacara Pelepasan, Para tenaga pendamping segera berangkat ke kawasan rawan pangan sesuai dengan jadwal keberangkatan masing-masing pada tanggal 29 s/d 30 September 2015.

Tulisan ini dipublikasikan di Kegiatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *