Kegiatan Pelepasan Tim Pendamping Kawasan Rawan Pangan

YOGYA (KRjogja.com) – Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM Dr Paripurna, Selasa (29/09/2015), Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) melepas 30 mahasiswa tenaga pendamping Program Pendampingan Kawasan Rawan Pangan di 15 kabupaten dikelompokan menjadi 5 wilayah. Pelepasan di tandai dengan pemakaian jaket pendampingan oleh wakil Rektor, Dekan Fapet dan staf lainnya.

Ke-5 wilayah tersebut Sumatera meliputi, Kabupaten Nagan Raya, Seluma dan Kepulauan Mentawai. Wilayah Jawa-Bali-Nusa Tenggara, Sampang, Lebak, Lombok Timur dan Bima. Wilayah Kalimantan, Kabupaten Sanggau, Sambas dan Hulu Sungai Utara. Wilayah Sulawesi-Maluku meliputi Tojo Una-Una, Halmahera Selatan dan Seram Bagian Barat. Wilayah Papua meliputi, Manokwari dan Merauke.

Menurut Pelaksana Program Ir Ambar Pertiwiningrum MSi PhD kegiatan selama 3 bulan di kawasan rawan pangan ini diinisiasi oleh Pusat Kajian Pembangunan Peternakan Nasional Fapet UGM kerjasama dengan Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan, Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Paripurna mengaku sangat bangga dengan keputusan 30 mahasiswa ini untuk berjuang di daerah rawan pangan, meninggal kota dan orangtua. Tentunya ini keputusan yang berat tapi dengan semangat dan idealisme terjun wilayah terpencil, yang jauh dari hingar bingar kota besar. “Untuk itu perlu segera adaptasi dengan lingkungan karena sudah mengambil keputusan yang tepat untuk masyarakat,” kata Paripurna.

Menurut Direktur Pengembangan Daerah Rawan Pangan, Kementerian Desa Drs Supriadi MSi, saat ini terdapat 346 kabupaten daerah rawan pangan, tahun ini 15 daerah kabupaten yang mampu ditangani. Daerah tertinggal pangan akan tuntas pada 2019 dengan adanya sinergi dengan kementerian terkait lainnya, Kementerian Desa tidak bisa bergerak sendiri. “Malapetaka kurang pangan jangan terjadi lagi,” kata Supriadi.

Dekan Fakultas Peternakan Prof Dr Ir Ali Agus DAA DEA ke-30 mahasiswa pendamping daerah rawan pangan ini merupakan pionir dan pahlawan rawan pangan yang sangat diharapkan membantu daerah-daerah. Diharapkan para pendamping daerah rawan pangan ini cepat melakukan penyesuaian dengan lingkungan dan masyarakat, menjadi pendamping unggul.(Asp)

Sumber : http://krjogja.com/read/276066/lepas-30-pendamping-daerah-rawan-pangan.kr

Tulisan ini dipublikasikan di Kegiatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *